Home / Tips Bisnis / 3 Kesalahan Start Up Dalam Bisnis Di Era Global

3 Kesalahan Start Up Dalam Bisnis Di Era Global

Advertisement

Memulai bisnis tidaklah mudah. Apalagi dalam bisnis Start Up, di mana kita harus memulai semua dari nol. Ada banyak startup yang baru diritis dalam waktu dekat tumbang. Ada pula yang sudah mulai terlihat besar, berhenti ditengah jalan. Padahal ide-ide start up yang dipikirkan brilliant. Tapi eksekusi yang dilakukan tak sehebat idenya.

Banyak faunder start up hanya memikirkan bagaimana membuat start up yang baik. Tidak memikirkan aspek bisnis dari start up yang dilahirkan. Padahal, start up tanpa memikirkan aspek bisnis, hanya menunggu waktu kapan akan tumbang.

Apakah kamu juga akan mendirikan start up? Jika iya, semoga bukan jadi deretan pendiri start up yang bakal tumbang. Untuk itu, pikirkan hal berikut agar start up yang kamu bangun tak tumbang sekaligus kamu tak tersesat mitos teknologi yang menyesatkan, yang mengatakan bahwa bisnis teknologi itu mudah.

3 Kesalahan Start Up Dalam Bisnis Di Era Global

3 Kesalahan Start Up Dalam Bisnis Di Era Global

  1. Jangan Buat Start Up Sendirian

Istilahnya, kamu jadi founder seorang diri. yang ingin kamu bangaun itu bukan toko buat jualan. Kamu itu ingin buat start up yang bakal menyediakan jasa buat masyarakat luas. Bagaimana mungkin kamu masih berfikir untuk mendirikanya sendiri. Perusahaan bung yang akan kamu bangun.

Kamu bisa lihat sejarah, paling hanya Larry Ellison, pendiri Oracle saja yang mampu merintis start up dan membangunnya menjadi besar seorang diri. kebanyakan dilakukan secara bersama. Minimal ketika kamu kehilangan semangat, ada orang lain sesama pendiri yang bakal mengatakan: usaha kita masih panjang kawan. Juga, kalau tak sendiri, modal yang dikeluarkan juga bisa dibagi.

  1. Sering Gonta-Ganti Rencana Bisnis
Read More :   Peluang Bisnis Service Laptop Yang Menjanjikan

Ini sering melanda kamu para founder start up dengan usia muda. Mentang-mentang memiliki sejuta ide, kamu sering sekali mengonta-ganti rencana bisnis sebelum selesai di eksekusi. Padahal, seringnya kamu menggonta-ganti rencana bisnis sama artinya kamu memulai ulang usaha kamu. Sudahlah, kalau sudah kamu tetapkan arahnya ke selatan, pergilah terus ke selatan sampai kamu temukan ujungnya. Jangan tiba-tiba ganti ke utara.

Rencana bisnis bertujuan sebagai pemandu langkah kamu. Apa tujuan kamu buat strat up? Siapa pelanggan kamu? apa misi kamu?

Apa nilai-nilai yang kamu terapkan pada perusahaan kamu, dan lainya. Dengan kata lain, rencana bisnis adalah acuan kamu dalam mengembangkan start up. Jangan kemakan mitos teknologi yang menyesatkan yang mengungkapkan bahwa teknologi itu flesibel sehingga tindakan untuk perusahaanmu juga harus fleksibel. Itu salah.

  1. Proses Rekrutmen yang salah

Mentang-mentang punya ide besar dan punya banyak teman dekat dan teman bermain, kamu langsung saja menyerahkan ide besar kamu pada mereka. Membicarakan semuanya pada mereka padahal kamu pribadi tahu, seperti apa teman kamu itu. Demi semboyan bisa bermain bersama sekaligus buat usaha bareng, kamu salah memilih orang yang tepat.

Kalau teman dekat kamu memang memiliki kemampuan melakukan pekerjaan yang kamu percaya, tidak ada masalah. Tapi kalau alasan kamu hanya karena sudah terlanjur dekat. Ada baiknya kamu ubah rencana merekrutnya. Bisa jadi, kamu malah tak jadi bangun start up kamu hanya karena salah memilih patner.

Selain tiga hal di atas, satu hal lagi yang kerap menjadi kesalahan bagi mereka yang ingin membangun start up. Yakni ketidakmampuan untuk mengelola keuangan. Tidak ada uang tidak bisa mencari modal, ada banyak uang tidak bisa mengarahkan ke hal yang tepat.

Advertisement

Check Also

Peluang Usaha Sampingan Untuk Karyawan Kantor Yang Menjanjikan

Peluang Usaha Sampingan Untuk Karyawan Kantor Yang Menjanjikan

Menjadi karyawan bukan berarti memutuskan urat bisnis kita. Kita harus kreatif dalam mengembangkan diri dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *